MANUSIA PURBA DI EROPA

Bismillah,


MANUSIA PURBA DI DUNIA





A. Manusia Purba di Eropa
      Jenis manusia purba yang ditemukan di Benua Eropa disebut Homo Neandherthalensis yang artinya Manusia Neandherthalensis. Fosil dari manusia purba jenis ini ditemukan oleh seorang peneliti Rudolf Virchow di lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat pada tahun 1856. Jejak proto-Neandherthal pertama muncul di Eropa pada 600.000-350.000 tahun yang lalu. Selain itu, manusia purba dari jenis Neandherthalensis ini telah mampu berinovasi dan membuat teknologi baru. Hal ini berdasarkan pada situ-situs arkeologi Uluzzian yaitu salah satu kelompok etnis dari Neandherthalensis di Italia Selatan telah ditemukan bebrapa peralatan hidup yang digunakan mereka pada saat itu. Peralatannya terdiri atas alat memancing, berburu, proyektil serta peralatan lainnya dari batu dan tulang. Nah, selain di Jerman fosil manusia purba juga ditemukan di Gua Spy, Belgia. Sedangkan di Prancis sendiri ditemukan jenis manusia purba Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis.

1. jenis-jenis manusia purba di Eropa
    a. Homo Neandethalensis Ciri-cirinya :
        1.Tengkorak yang memanjanag ke belakang
       2.Tulang kening yang sangat menonjol
       3.Dahi yang datar, muka lebar, dan telah memiliki otak yng besar
       4.Volume otak sangat besar 1300-1750 cc
       5.Ukuran tubuh perempuan 156 cm beratnya 80 kg, laki-laki 165 cm beratnya 80 kg
       6.Tulang hidungnya besar, giginya kecil tetapi gigi serinya agak besar
       7.Tubuhnya tegak dan proporsi tubuhnya modern.

    b. Homo Cro magnon ciri-cirinya:
        1.Ciri-ciri fisik seperti manusia modern, yaitu tengoraknya tinggi dengan atap dan belakang tengkorak yang bundar
         2.Memiliki volume otak sekitar 1400 cc
         3.Tonjolan tulang kening telah hilang, dahinya vertical, mukanya datar tanpa penonjolan di bagian mulut
         4.Ukuran rahang dan gigi-giginya sebagai alat pengunyah telah menyusut, serta dagu tampak nyata
         5.Ukuran tubuhnya rata-rata 165 cm
         6.Struktur dan volume tengkoraknya tampak lebih mirip tengkorak ras-ras yang hidup di Afrika dan daerah tropis saat ini


      c. Homo Heidelbergensis ciri-cirinya :
          1. Volume otak kira-kira 1100-1400 cc
           2.Tinggi badan rata-rata 163,6 cm, perempuan : 157 cm, 51 kg dan laki-laki 175 cm, 62 kg
           3.Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal
           4.Tulang tengkoraknya berwarna cerah
           5.Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo Erectus
           6.Muka besar
           7. Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar
           8.Secara umum, giginya kecil. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal
           9.Rahang tegak
          10.Proporsi tubuhnya modern


2. Pola Kehidupan Manusia Purba di Eropa
    a. Pola Kehidupan Homo Neandethalensis
                  Kelompok hominid ini menggunakan gua untuk berlindung seperti homo erectus, tetapi juga membangun hunian sederhana dalam bentuk sandaran. Tempat perlindungan ini tidak mengesankan secara arsitektur , tetapi menyediakan tempat tinggal dan perlindungan dari lingkungan yang keras.
        Secara sosial, Neanderthal percaya terhadap beberapa jenis kehidupan setelah kematian, meskipun antropolog belum yakin sampai sejauh mana. Bukti mengenai hal ini ditemukan di dalam perencanan penguburan anggota komunitas mereka yang telah meninggal.  Dan juga tampak bahwa mereka peduli terhadap anggota penyandang cacat yang ada di dalam komunitas, meskipun hal tersebut  mungkin menghambat kelompok dalam berburu dan berkumpul. Hal ini, menurut beberapa ahli, menunjukkan moralitas pada Neanderthal yang tidak ada dalam kelompok hominid sebelumnya.
      b. Homo Cro Magnon
Para Cro-Magnon mengembangkan pisau, pahat, tombak-pelempar, busur dan anak panah, membuat perburuan jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Mereka mengembangkan peralatan dari tulang dalam bentuk jarum, kait ikan, dan tombak, serta jala dan perahu, yang kesemuanya menambahkan ikan di dalam pola makan mereka.
Bentuk  pakaian juga mengalami peningkatan,  Para Cro-Magnon menciptakan pakaian kulit yang dijahit. Di area persediaan makanan  mereka membuat tembikar (cara mengeraskan tembikar tersebut dengan bantuan matahari), yang memungkinkan untuk penyimpanan makanan yang lebih baik. Sosialitas dari Cro-Magnon juga maju pesat.  Mereka berpartisipasi di dalam permainan dengan skala besar, pertandingan  berburu yang  besar -sangat besar, seperti perburuan mammoth berbulu!  Mereka memilih pemimpin formal, yang biasanya mendapatkan pemakaman tipe khusus.
c. Homo Heidelbergensis
Sudah mengenal cara hidup berburu, meramu, food gathering atau mengumpulkan makanan untuk dijadikan persediaan. Manusia Cro magnon terbilang lebih maju dalam teknologi disbanding Homo Neandethalensis. Manusia ini diketahui berdasarkan lukisan-lukisan terkenal di gua Lascaux dan budaya Aurignacian yang berkembang di selatan Prancis dan Jerman.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar